Senin, 24 Desember 2018

LAPORAN PRAKTIKUM KUALITAS PERAIRAN


Laporan Praktikum Kualitas Perairan
 
PENGUKURAN PH, SUHU, DAN DO METER AIR LAUT

Di Susun Oleh:

KHUSNUL KHATIMAH
(1705904020005)







Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan
Manajemen Sumberdaya Akuatik
Universitas Teuku Umar
Alue Peunyareng
Meulaboh
2018





KATA PENGNTAR

Puji syukur penulis penjatkan kehadirat Allah SWT, yang atas rahmat-Nya maka penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul PENGUKURAN PH, SUHU, DAN DO METER LAUT. Penulisan makalah adalah merupakan salah satu tugas Laporan Praktikum Mata Kuliah Kualitas Perairan.

Dalam Penulisan Laporan ini penulis menyadari masih terdapat kekurangan-kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki penulis mengharapkan  kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan Laporan Praktikum ini.

Semoga Laporan ini dapat bermanfaat bagi semuanya, khususnya para pembaca Laporan ini.  Aminn.




















BAB 1
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Kualitas air adalah suatu ukuran kondisi air dilihat dari karakteristik fisik, kimiawi, dan biologisnya. Kualitas air juga menunjukkan ukuran kondisi air relatif terhadap kebutuhan biota air dan manusia. Kualitas air seringkali menjadi ukuran standar terhadap kondisi kesehatan ekosistem air dan kesehatan manusia terhadap air minum.

pH atau derajat keasaman adalah jumlah ion H+ yang terdapat di dalam suatu perairan atau juga biasa dikenal dengan tingkat keasaman suatu perairan. Derajat keasaman mempunyai pengaruh yang besar terhadap tumbuh-tumbuhan dan hewan-hewan air di suatu perairan, sehingga sering dipergunakan sebagai petunjuk untuk nilai baik-buruknya suatu perairan. Namun, pH tetap memiliki peran yang sangat penting terhadap keberadaan mahluk hidup.

Suhu adalah suatu besaran fisika yang menyatakan banyaknya bahang yang terkandung dalam suatu benda. Secara alamiah sumber utama bahang dalam air laut adalah matahari. Setiap detik matahari memancarkan bahang sebesar 1026 kalori dan setiap tempat dibumi yang tegak lurus ke matahari akan menerima bahang sebanyak 0.033 kalori/detik. Pancaran energi matahari ini akan sampai kebatas atas atmosfir bumi rata- rata sekitar 2 kalori/cm2/menit. Pancaran energi ini juga sampai ke permukaan laut dan diserap oleh massa air.

DO air laut merupakan gas terlarut yang penting, khususnya dalam proses metabolisme. Faktor yang menentukan konsentrasi DO di laut adalah proses fotosintesis dan respirasi, pertukaran udara dengan  dipermukaan laut. Hal ini dilakukan secara difusi. DO (Dissolved Oxygen) atau oksigen terlarut juga dapat dijadiakn salah satu indikator apakah di perairan tersebut tercemar atau tidak. Distribusi DO secara vertikal dipengaruhi  oleh gerakan air, proses kehidupan di laut, dan secara kimia oksigen dipakai untuk respirasi, yaitu proses penguraian zat-zat organik yang membutuhkan oksigen.


1.2  Dasar Teori

Suhu adalah suatu besaran fisika yang menyatakan banyaknya bahang yang terkandung dalam suatu benda. Secara alamiah sumber utama bahang dalam air laut adalah matahari. Setiap detik matahari memancarkan bahang sebesar 1026 kalori dan setiap tempat dibumi yang tegak lurus ke matahari akan menerima bahang sebanyak 0.033 kalori/detik. Pancaran energi matahari ini akan sampai kebatas atas atmosfir bumi rata- rata sekitar 2 kalori/cm2/menit. Pancaran energi ini juga sampai ke permukaan laut dan diserap oleh massa air (Meadous and Campbell,1993).

 

Kisaran suhu pada daerah tropis relatif stabil karena cahaya matahari lebih banyak mengenai daerah ekuator daripada daerah kutub. Hal ini dikarenakan cahaya matahari yang merambat melalui atmosfer banyak kehilangan panas sebelum cahaya tersebut mencapai kutub. Suhu di lautan kemungkinan berkisar antara -1.87°C (titik beku air laut) di daerah kutub sampai maksimum sekitar 42°C di daerah perairan dangkal (Hutabarat dan Evans, 1986).

 

Temperatur air laut di permukaan ditentukan oleh adanya pemanasan (heating) di daerah tropis dan pendinginan (cooling) di daerah lintang tinggi. Kisaran harga temperatur di laut adalah -2oC s.d. 35oC. Tekanan di dalam laut akan bertambah dengan bertambahnya kedalaman. Sebuah parsel air yang bergerak dari satu level tekanan ke level tekanan yang lain akan mengalami penekanan (kompresi) atau pengembangan (ekspansi). Jika parsel air mengalamai penekanan secara adiabatis (tanpa terjadi pertukaran energi panas), maka temperaturnya akan bertambah. Sebaliknya, jika parsel air mengalami pengembangan (juga secara adiabatis), maka temperaturnya akan berkurang. Perubahan temperatur yang terjadi akibat penekanan dan pengembangan ini bukanlah nilai yang ingin kita cari, karena di dalamnya tidak terjadi perubahan kandungan energi panas. Untuk itu, jika kita ingin membandingkan temperatur air pada suatu level tekanan dengan level tekanan lainnya, efek penekanan dan pengembangan adiabatik harus dihilangkan (Anugerah, 2002).
pH  adalah ukuran keseimbangan antara  Hidrogen (H +) dan hidroksida (OH) ion dalam air. Skala pH bernilai dari 0-14.  Seperti yang kita  tahu, nilai pH 7,0 berarti bahwa pH air netral, dengan pembacaan 0-6, sebagai asam, dan 8-14  Basa.
Air laut umumnya memiliki nilai PH di atas 7 yang berarti bersifat basa, namun dalam kondisi tertentu nilainya dapat menjadi lebih rendah sehingga menjadi bersifat asam. Perubahan nilai PH yang demikian berpengaruh terhadap kualitas perairan yang pada akhirnya berdampak terhadap kehidupan biota di dalamnya (Ruyitno et al., 2003).
DO air laut merupakan gas terlarut yang penting, khususnya dalam proses metabolisme. Faktor yang menentukan konsentrasi DO di laut adalah proses fotosintesis dan respirasi, pertukaran udara dengan  dipermukaan laut. Hal ini dilakukan secara difusi. DO (Dissolved Oxygen) atau oksigen terlarut juga dapat dijadiakn salah satu indikator apakah di perairan tersebut tercemar atau tidak. Distribusi DO secara vertikal dipengaruhi  oleh gerakan air, proses kehidupan di laut, dan secara kimia oksigen dipakai untuk respirasi, yaitu proses penguraian zat-zat organik yang membutuhkan oksigen (Supangat, 2000: 57).
1.3  Tujuan
Tujuan dari praktikum ini ialah agar mahasiswa mampu mengukur ph, suhu dan DO laut, dan juga mengetahui kandungan ph, suhu, dan DO dari suatu perairan yang di praktikumkan

1.4  Manfaat
adapun manfaat dari praktikum kualitas perairan ini adalah mahasiswa mampu mengetahui langsung cara mengukur suhu, ph dan do air laut.

1.5 Alat dan Bahan
NO
ALAT
BAHAN
1
Termometer
Air Laut
2
DO meter
Air Laut
3
PH meter
Air Laut

1.6 Cara Kerja
            1. siapkan semua alatpengukur.
2. Ambil sampel air laut tiga gelas, masing-masing satu gelas satu pengukuran.
            3. Ambil alat pengukur lalu celupkan ke air laut sesuai yang di batasi.
            4. Lihat nilai yang diperoleh dari alat pengukur lalu, di catat hasilnya.


1.7  Hasil Pengamatan
Hasil pengamatan dari praktikum kualitas perairan adalah
1.      Sampel pH
Pengukuran sampel pH
Nilai pH awal 2.04       Nilai pH setelah di ukur 4.4
2.      Sampel DO
Pengukuran DO paling tinggi 4 dan paling rendah 3.2 mg/L


3.      Sampel suhu
Setelah di ukur suhu air laut menggunakan Termometer nilainya ialah pengukuran pertama 27 dan pada pengukuran kedua ialah 30.






















BAB 2
PEMBAHASAN
2.1  Pembahasan
Praktikum pengukuran pH, suhu dan DO ini dilakukan dengan metode pengmatan langsung pada alat. Alat yang digunakan adalah pH meter, termometer dan DOmeter. Metode pengamatan ini sangat efisien dikarenakan nilai kadar yang diinginkan langsung tertera pada alat yang digunakan. Meskipun ada kemungkinan biasa dalam pengukuran parameter-parameternya, namun tetap saja cara ini jauh lebih efektif daripada harus menggunakan cara pengukuran yang melibatkan berbagai reaksi kimia yang kompleks.

Pengukuran pH atau derajat keasaman dilakukan dengan menggunakan alat berupa pH meter. Nilai pH yang dihasilkan adalah 4.4. Hal ini mengindikasikan bahwa perairan tempat pengambilan sampel ini masih tergolong kedalam ciri perairan basa, namun sewaktu-waktu bisa saja pH perairan ini turun menjadi asam dikarenakan adanya pencemaran.

Suhu air pada laut dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti musim, lintang (latitude), ketinggian dari permukaan laut (altitude), waktu dalam satu hari, penutupan awan, aliran dan kedalaman air. Peningkatan suhu air mengakibatkan peningkatan viskositas, reaksi kimia, evaporasi dan volatisasi serta penurunan kelarutan gas dalam air seperti O2, CO2, N2, CH4, dan lain sebagainya. Adapun pengukuran suhu air laut menggunakan alat Termometer nilai yang di hasilkan pada perairan pantai Bubon ialah berkisar 27-30.

            DO air laut merupakan gas terlarut yang penting, khususnya dalam proses metabolisme. Faktor yang menentukan konsentrasi DO di laut adalah proses fotosintesis dan respirasi, pertukaran udara dengan  dipermukaan laut. Pengukuran DO ialah menggunakan alat dometer dan nilai yang di peroleh padaa perairn pantai bubon ialah berkisar paling tinggi 4 dan paling rendah 3.2 mg/L.







BAB 3
PENUTUP

1.1 Kesimpulan
Jadi, dari praktikum ini dapat disimpulkan bahwa :
1.      Derajat keasaman (pH) adalah suatu ekspresi dari konsentrsi ion hydrogen yang ada di dalam perairan.
2.      Suhu adalah besaran yang menyatakan derajat panas dingin suatu benda dan alat yang digunakan untuk mengukur suhu ialah Termomter.
3.      DO air laut merupakan gas terlarut yang penting, khususnya dalam proses metabolisme. Faktor yang menentukan konsentrasi DO di laut adalah proses fotosintesis dan respirasi, pertukaran udara dengan  dipermukaan laut.
4.      Oksigen merupakan salah satu gas terlarut di perairan alami dengan kadar  bervariasi yang dipengaruhi oleh suhu, salinitas, turbulensi air dan tekanan  atmosfir.




















DAFTAR PUSTAKA

Hutabarat,Sahala. 1986. Pengantar Oseanografi. Jakarta  : UI
Nontji,Anugerah. 2002. Laut Nusantara. Jakarta : Djambatan
Supangat,Agus. 2000. Pengantar Oseanografi. Institute Teknologi Bandung: Bandung.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar