|
Di
Susun Oleh:
KHUSNUL
KHATIMAH
(1705904020005)
Fakultas
Perikanan Dan Ilmu Kelautan
Manajemen
Sumberdaya Akuatik
Universitas
Teuku Umar
Alue
Peunyareng
Meulaboh
2018
KATA PENGNTAR
Puji syukur penulis penjatkan kehadirat Allah SWT, yang atas
rahmat-Nya maka penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul
PENGUKURAN PH, SUHU, DAN DO METER LAUT. Penulisan makalah adalah merupakan
salah satu tugas Laporan Praktikum Mata Kuliah Kualitas Perairan.
Dalam Penulisan Laporan ini penulis menyadari masih terdapat
kekurangan-kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan
kemampuan yang dimiliki penulis mengharapkan
kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan
pembuatan Laporan Praktikum ini.
Semoga Laporan ini dapat bermanfaat bagi semuanya, khususnya para
pembaca Laporan ini. Aminn.
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Kualitas air adalah suatu
ukuran kondisi air dilihat dari karakteristik fisik, kimiawi, dan biologisnya.
Kualitas air juga menunjukkan ukuran kondisi air relatif terhadap kebutuhan
biota air dan manusia. Kualitas air seringkali menjadi ukuran standar terhadap
kondisi kesehatan ekosistem air dan kesehatan manusia terhadap air minum.
pH atau derajat keasaman adalah jumlah ion H+ yang terdapat di
dalam suatu perairan atau juga biasa dikenal dengan tingkat keasaman suatu
perairan. Derajat keasaman mempunyai pengaruh yang besar terhadap
tumbuh-tumbuhan dan hewan-hewan air di suatu perairan, sehingga sering
dipergunakan sebagai petunjuk untuk nilai baik-buruknya suatu perairan. Namun,
pH tetap memiliki peran yang sangat penting terhadap keberadaan mahluk hidup.
Suhu adalah suatu besaran fisika yang
menyatakan banyaknya bahang yang terkandung dalam suatu benda. Secara alamiah
sumber utama bahang dalam air laut adalah matahari. Setiap detik matahari
memancarkan bahang sebesar 1026 kalori dan setiap tempat dibumi yang tegak lurus
ke matahari akan menerima bahang sebanyak 0.033 kalori/detik. Pancaran energi
matahari ini akan sampai kebatas atas atmosfir bumi rata- rata sekitar 2
kalori/cm2/menit. Pancaran energi ini juga sampai ke permukaan laut dan diserap
oleh massa air.
DO air laut merupakan gas terlarut yang
penting, khususnya dalam proses metabolisme. Faktor yang menentukan konsentrasi
DO di laut adalah proses fotosintesis dan respirasi, pertukaran udara dengan
dipermukaan laut. Hal ini dilakukan secara difusi. DO (Dissolved Oxygen)
atau oksigen terlarut juga dapat dijadiakn salah satu indikator apakah di
perairan tersebut tercemar atau tidak. Distribusi DO secara vertikal
dipengaruhi oleh gerakan air, proses kehidupan di laut, dan secara kimia
oksigen dipakai untuk respirasi, yaitu proses penguraian zat-zat organik yang membutuhkan oksigen.
1.2
Dasar Teori
Suhu adalah suatu besaran fisika yang menyatakan banyaknya bahang yang terkandung dalam suatu benda. Secara alamiah sumber utama bahang dalam air laut adalah matahari. Setiap detik matahari memancarkan bahang sebesar 1026 kalori dan setiap tempat dibumi yang tegak lurus ke matahari akan menerima bahang sebanyak 0.033 kalori/detik. Pancaran energi matahari ini akan sampai kebatas atas atmosfir bumi rata- rata sekitar 2 kalori/cm2/menit. Pancaran energi ini juga sampai ke permukaan laut dan diserap oleh massa air (Meadous and Campbell,1993).
Kisaran suhu pada daerah tropis relatif stabil karena cahaya matahari lebih banyak mengenai daerah ekuator daripada daerah kutub. Hal ini dikarenakan cahaya matahari yang merambat melalui atmosfer banyak kehilangan panas sebelum cahaya tersebut mencapai kutub. Suhu di lautan kemungkinan berkisar antara -1.87°C (titik beku air laut) di daerah kutub sampai maksimum sekitar 42°C di daerah perairan dangkal (Hutabarat dan Evans, 1986).
Temperatur
air laut di permukaan ditentukan oleh adanya pemanasan (heating) di daerah
tropis dan pendinginan (cooling) di daerah lintang tinggi. Kisaran harga
temperatur di laut adalah -2oC s.d. 35oC. Tekanan di
dalam laut akan bertambah dengan bertambahnya kedalaman. Sebuah parsel air yang
bergerak dari satu level tekanan ke level tekanan yang lain akan mengalami
penekanan (kompresi) atau pengembangan (ekspansi). Jika parsel air mengalamai
penekanan secara adiabatis (tanpa terjadi pertukaran energi panas), maka
temperaturnya akan bertambah. Sebaliknya, jika parsel air mengalami
pengembangan (juga secara adiabatis), maka temperaturnya akan berkurang.
Perubahan temperatur yang terjadi akibat penekanan dan pengembangan ini
bukanlah nilai yang ingin kita cari, karena di dalamnya tidak terjadi perubahan
kandungan energi panas. Untuk itu, jika kita ingin membandingkan temperatur air
pada suatu level tekanan dengan level tekanan lainnya, efek penekanan dan
pengembangan adiabatik harus dihilangkan (Anugerah,
2002).
pH adalah ukuran keseimbangan
antara Hidrogen (H +) dan hidroksida (OH) ion dalam air. Skala pH
bernilai dari 0-14. Seperti yang kita tahu, nilai pH 7,0 berarti
bahwa pH air netral, dengan pembacaan 0-6, sebagai asam, dan 8-14 Basa.
Air laut umumnya memiliki nilai PH di atas 7
yang berarti bersifat basa, namun dalam kondisi tertentu nilainya dapat menjadi
lebih rendah sehingga menjadi bersifat asam. Perubahan nilai PH yang demikian
berpengaruh terhadap kualitas perairan yang pada akhirnya berdampak terhadap
kehidupan biota di dalamnya (Ruyitno et al., 2003).
DO air laut merupakan gas terlarut yang penting, khususnya dalam proses
metabolisme. Faktor yang menentukan konsentrasi DO di laut adalah proses fotosintesis
dan respirasi, pertukaran udara dengan dipermukaan laut. Hal ini
dilakukan secara difusi. DO (Dissolved Oxygen) atau oksigen terlarut juga dapat
dijadiakn salah satu indikator apakah di perairan tersebut tercemar atau tidak.
Distribusi DO secara vertikal dipengaruhi oleh gerakan air, proses
kehidupan di laut, dan secara kimia oksigen dipakai untuk respirasi, yaitu
proses penguraian zat-zat organik yang membutuhkan oksigen
(Supangat, 2000: 57).
1.3
Tujuan
Tujuan dari
praktikum ini ialah agar mahasiswa mampu mengukur ph, suhu dan DO laut, dan
juga mengetahui kandungan ph, suhu, dan DO dari suatu perairan yang di
praktikumkan
1.4
Manfaat
adapun manfaat
dari praktikum kualitas perairan ini adalah mahasiswa mampu mengetahui langsung
cara mengukur suhu, ph dan do air laut.
1.5 Alat
dan Bahan
NO
|
ALAT
|
BAHAN
|
1
|
Termometer
|
Air
Laut
|
2
|
DO
meter
|
Air
Laut
|
3
|
PH
meter
|
Air
Laut
|
1.6 Cara Kerja
1. siapkan semua alatpengukur.
2. Ambil sampel air laut tiga gelas, masing-masing satu gelas satu
pengukuran.
3. Ambil alat
pengukur lalu celupkan ke air laut sesuai yang di batasi.
4. Lihat nilai
yang diperoleh dari alat pengukur lalu, di catat hasilnya.
1.7
Hasil Pengamatan
Hasil pengamatan dari praktikum kualitas perairan adalah
1.
Sampel
pH
Pengukuran sampel pH
2.
Sampel
DO
Pengukuran DO paling tinggi 4 dan paling rendah 3.2 mg/L
3.
Sampel
suhu
Setelah di ukur suhu air laut menggunakan Termometer nilainya ialah
pengukuran pertama 27
dan pada pengukuran kedua ialah 30
.
BAB 2
PEMBAHASAN
2.1
Pembahasan
Praktikum pengukuran pH, suhu dan DO
ini dilakukan dengan metode pengmatan langsung pada alat. Alat yang digunakan
adalah pH meter, termometer dan DOmeter. Metode pengamatan ini sangat efisien
dikarenakan nilai kadar yang diinginkan langsung tertera pada alat yang
digunakan. Meskipun ada kemungkinan biasa dalam pengukuran
parameter-parameternya, namun tetap saja cara ini jauh lebih efektif daripada
harus menggunakan cara pengukuran yang melibatkan berbagai reaksi kimia yang
kompleks.
Pengukuran pH atau derajat keasaman
dilakukan dengan menggunakan alat berupa pH meter. Nilai pH yang dihasilkan
adalah 4.4. Hal ini mengindikasikan bahwa perairan tempat pengambilan sampel
ini masih tergolong kedalam ciri perairan basa, namun sewaktu-waktu bisa saja
pH perairan ini turun menjadi asam dikarenakan adanya pencemaran.
Suhu air pada laut dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor
seperti musim, lintang (latitude), ketinggian dari permukaan laut (altitude),
waktu dalam satu hari, penutupan awan, aliran dan kedalaman air. Peningkatan
suhu air mengakibatkan peningkatan viskositas, reaksi kimia, evaporasi dan
volatisasi serta penurunan kelarutan gas dalam air seperti O2, CO2, N2, CH4,
dan lain sebagainya. Adapun pengukuran suhu
air laut menggunakan alat Termometer nilai yang di hasilkan pada perairan
pantai Bubon ialah berkisar 27
-30
.
DO air laut merupakan gas terlarut yang
penting, khususnya dalam proses metabolisme. Faktor yang menentukan konsentrasi
DO di laut adalah proses fotosintesis dan respirasi, pertukaran udara dengan
dipermukaan laut. Pengukuran
DO ialah menggunakan alat dometer dan nilai yang di peroleh padaa perairn
pantai bubon ialah berkisar paling tinggi 4
dan paling rendah 3.2 mg/L.
BAB
3
PENUTUP
1.1 Kesimpulan
Jadi, dari praktikum ini dapat disimpulkan
bahwa :
1.
Derajat keasaman (pH) adalah suatu ekspresi
dari konsentrsi ion hydrogen yang ada di dalam perairan.
2.
Suhu adalah besaran yang menyatakan derajat
panas dingin suatu benda dan alat yang digunakan untuk mengukur suhu ialah
Termomter.
3.
DO air laut merupakan gas terlarut yang
penting, khususnya dalam proses metabolisme. Faktor yang menentukan konsentrasi
DO di laut adalah proses fotosintesis dan respirasi, pertukaran udara dengan
dipermukaan laut.
4.
Oksigen merupakan salah satu gas terlarut di
perairan alami dengan kadar bervariasi yang dipengaruhi oleh suhu,
salinitas, turbulensi air dan tekanan atmosfir.
DAFTAR
PUSTAKA
Hutabarat,Sahala. 1986. Pengantar Oseanografi. Jakarta : UI
Nontji,Anugerah. 2002. Laut Nusantara.
Jakarta : Djambatan
Supangat,Agus. 2000. Pengantar Oseanografi. Institute
Teknologi Bandung: Bandung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar